Konjungtivitis Alergi: Penyebab, Gejala, Penaksiran, Dan Pengobatan

ilustrasi mata merah pada konjungtivitis alergi atau alergi mata (freepik.com/user18526052)

Mata merah atau konjungtivitis adalah istilah untuk infeksi atau peradangan mata, yaitu di bagian konjungtiva. Kondisi ini menciptakan mata tampak merah atau pink, gatal, dan berair.

Selain disebabkan sang infeksi virus dan bakteri, mata merah pula mampu terjadi dampak alergi. Kondisi ini dianggap menggunakan konjungtivitis alergi atau alergi mata. Nah, untuk lebih mengetahui dan mewaspadai penyakit mata ini, simak ulasannya berikut, ya!1. Apa itu konjungtivitis alergi atau alergi mata?

ilustrasi konjungtivitis alergi (medicinenet.com)

Dilansir Healthline, konjungtivitis alergi adalah peradangan mata yg ditimbulkan oleh reaksi alergi terhadap alergen (zat penyebab alergi). Konjungtiva merupakan selaput yg melapisi bagian pada kelopak mata dan bagian putih mata. Konjungtiva rentan terhadap iritasi menurut alergen.

Berdasarkan liputan American Academy of Ophthalmology (AAO), konjungtivitis alergi termasuk kondisi yang cukup umum. Hal ini terjadi ketika mata bereaksi terhadap sesuatu yg mengiritasinya, yaitu alergen.

Mata melepaskan zat yg dianggap histamin untuk melawan alergen. Akibatnya, kelopak mata & konjungtiva menjadi merah, bengkak, dan gatal. Berbeda dengan konjungtivitis dampak infeksi virus atau bakteri, konjungtivitis alergi tidak menular ke orang lain.dua. Gejala

gambaran mata merah (mydr.com.au)

Berbagai tanda-tanda konjungtivitis alergi yang dapat timbul antara lain: Mata tampak merah atau merah muda Mata terasa panas atau sensasi seperti terbakar Mata terasa gatal Mata berair Area mata atau kelopak mata tampak bengkak

Orang menggunakan kondisi ini mungkin juga mempunyai alergi hidung. Nah, jika disertai menggunakan alergi hidung, penderita pula mampu mengalami hidung gatal, berair, tersumbat dan bersin-bersin.

Baca Juga: Tinea Pedis (Kutu Air): Penyebab, Gejala, & Pengobatan3. Penyebab

ilustrasi mengucek mata (gweye.com)

Menurut warta menurut AAO, alergi terjadi saat sistem imun tubuh bereaksi terhadap alergen yang biasanya tidak berbahaya. Ketika alergen bersentuhan atau kontak dengan mata, sel-sel eksklusif di dalam mata (sel mast) melepaskan histamin & zat lain buat melawan alergen. Reaksi ini mengakibatkan mata sebagai merah, gatal, dan berair.

Beberapa alergen yang dapat menjadi pemicu alergi mata, diantaranya: Serbuk sari berdasarkan bunga, pohon, atau rumput Debu Bulu hewan peliharaan Spora fungi Asap rokok

Reaksi alergi terhadap parfum, kosmetik, atau obat-obatan eksklusif juga bisa menyebabkan mata mengalami reaksi alergi. Beberapa orang mungkin alergi terhadap bahan kimia pengawet dalam obat tetes mata. Mereka seharusnya menggunakan obat tetes bebas pengawet apabila memungkinkan.

Terkadang, mata dapat bereaksi terhadap alergen lain tanpa wajibhubungan eksklusif, seperti mengonsumsi kuliner tertentu atau gigitan serangga. Beberapa orang mewarisi alergi mata menurut orang tua. Memiliki kedua orang tua dengan konjungtivitis alergi memungkinkan anak mempunyai risiko syarat serupa.4. Jenis

gambaran sakit mata (freepik.com/user18526052)

Dilansir Johns Hopkins Medicine, ada dua jenis generik konjungtivitis alergi, yaitu konjungtivitis alergi musiman (seasonal allergic conjunctivitis) dan konjungtivitis alergi perenial (perennial allergic conjunctivitis).

Konjungtivitis alergi musiman dikaitkan dengan alergi musiman yang umumnya terjadi selama demam isu semi dan isu terkini panas, terkadang selama awal ekspresi dominan gugur. Kondisi ini bisa dipicu oleh paparan serbuk sari (pollen) bunga, pohon, rumput & alergen udara lainnya.

Sementara itu, konjungtivitis alergi perenial bisa terjadi sepanjang tahun. Umumnya ini dipicu sang alergen dalam ruangan, misalnya bulu hewan, debu, dan spora fungi.5. Diagnosis dan pengobatan

ilustrasi tetes mata (freepik.com/freepik)

Dokter akan mendiagnosis konjungtivitis alergi melalui tinjauan tanda-tanda dan pemeriksaan mata. Tes darah atau tes kulit tertentu mungkin diharapkan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi alergen spesifik yang mengakibatkan reaksi pada pasien.

Setelah terkonfirmasi, buat meminimalkan paparan alergen pada mata, ada banyak sekali upaya yg dapat diterapkan pada tempat tinggal, antara lain: Hindari pergi ke luar tempat tinggal& menutup ventilasi saat jumlah bubuk sari sedang poly (umumnya pagi dan menjelang malam). Menggunakan kacamata saat pergi ke luar tempat tinggal. Mencuci & mengganti seprai, selimut, serta sarung bantal secara bersiklus. Rutin membersihkan rumah. Menggunakan air purifier pada dalam ruangan. Tidak membiarkan fauna peliharaan masuk ke kamar tidur. Rutin memandikan hewan peliharaan dan membersihkan kandangnya. Selalu mencuci tangan sesudah menyentuh fauna peliharaan & mencuci pakaian yg telah dipakai di sekitar hewan peliharaan.

Untuk meringankan tanda-tanda, hindari menyentuh mata dengan tangan kotor & mengucek mata. Selain itu, menempelkan kompres dingin ke mata jua bisa membantu mengurangi peradangan dan gatal.

Selain perawatan pada tempat tinggal, obat-obatan mungkin pula diharapkan buat mengatasi alergi mata. Beberapa obat yg mungkin direkomendasikan oleh dokter meliputi: Air mata buatan (artificial tears), dapat membantu meringankan alergi mata buat sementara dengan membersihkan alergen berdasarkan mata. Tetes mata dekongestan, buat mengurangi kemerahan pada mata dampak alergi. Antihistamin oral. Obat tetes mata antihistamin. Obat tetes mast cell stabilizer. Obat tetes mata steroid. Suntik alergi (imunoterapi).

Penggunaan obat-obatan tadi harus disesuaikan dengan anjuran dokter. Dokter akan membantu memilih perawatan sesuai dengan kondisi tiap pasien.

Itulah berita seputar konjungtivitis alergi atau alergi mata. Selain alergi, mata merah pula bisa sebagai tanda atau gejala berdasarkan penyakit lainnya. Jika engkaumengalami mata merah yg tak kunjung membaik selama beberapa hari, sebaiknya periksa ke dokter spesialis mata buat memastikan penyebabnya dan menerima penanganan. Jaga selalu kebersihan dan kesehatan mata agar terhindar berdasarkan penyakit, ya!

Baca Juga: Frostbite: Gejala, Penyebab, Tingkat Keparahan, dan Pengobatan

IDN Times Community merupakan media yang menyediakan platform buat menulis.Semua karya tulis yg dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab berdasarkan penulis.

Leave a Reply