Alopecia, rambut rontok akibat infeksi Virus Corona

By | December 24, 2020


Solusisehatalami.com – JAKARTA. Infeksi Virus Corona biasanya ditandai dengan demam, sesak napas, diare, dan menurunnya kemampuan indra penciuman. Namun, para peneliti mengidentifikasi adanya ciri Covid-19 baru yang bisa dialami oleh pasien, yaitu kerontokan rambut.

Mengutip dari Yahoo! Life (yahoo.com), alopecia atau rambut rontok termasuk dalam gejala Virus Corona. Hal tersebut dipublikasikan dalam jurnal medis bernama Open Forum Infectious Diseases yang rilis November lalu.

Studi yang dilakukan para peneliti melibatkan 58 pasien. Hasilnya, 24.1% pasien Covid-19 mengalami alopecia. Lima di antaranya adalah wanita, sedangkan sembilan di antaranya adalah laki-laki. Secara rata-rata, kerontokan rambut terjadi 58.6 hari setelah gejala Virus Corona muncul.

Rambut rontok bisa terjadi ketika pasien terinfeksi Virus Corona mencuci atau menyisir rambut. Kondisi itu bisa berlangsung selama enam hingga sembilan bulan sebelum benar-benar berhenti. Setelah itu, rambut pasien Covid-19 akan kembali tumbuh secara normal.

Baca Juga: Sudah punya antibodi, apakah pasien sembuh dari corona masih harus divaksin?

Penyebab alopecia masih belum diketahui. Namun, faktor terjadinya kondisi tersebut bisa berhubungan dengan alopecia androgenik dan telogen effluvium. Kondisi itu bisa semakin parah karena demam dan rasa sakit akibat infeksi Virus Corona.

Melansir Yahoo! Life, gejala Virus Corona itu umumnya bisa sembuh sendiri tanpa memerlukan perawatan medis. Seiring berjalannya waktu, rambut akan kembali tumbuh. Meski demikian, Anda tetap perlu berhati-hati terhadap transmisi Covid-19.

Baca Juga: 4 Hal penting yang bisa menghindarkan Anda dari Virus Corona

Usahakan untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Hindari berkerumun dengan orang banyak. Bila terpaksa harus melakukan kegiatan dengan orang lain, gunakan masker secara benar dan jaga jarak.

Selain itu, pastikan untuk rajin cuci tangan dan menerapkan pola hidup sehat supaya daya tahan tubuh terjaga. Konsumsi makanan bergizi dan lakukan olahraga secara rutin. Mengelola stres dengan baik juga bisa Anda coba. Misalnya dengan yoga, meditasi, melakukan hobi, dan lain-lain.

Editor: Belladina Biananda



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *